Judul : BPBD Kapuas Distribusikan Bantuan ke Empat Kecamatan Terdampak Banjir
link : BPBD Kapuas Distribusikan Bantuan ke Empat Kecamatan Terdampak Banjir
BPBD Kapuas Distribusikan Bantuan ke Empat Kecamatan Terdampak Banjir
KUALA KAPUAS, .CO – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui BPBD sedang giat mengatasi akibat banjir yang menerjang empat distrik setempat.
Berdasarkan informasi paling baru, jumlah area yang terpengaruh saat ini telah meningkat menjadi 26 desa dalam tiga kecamatan pertama, yaitu Mentangai, Mandau Telawang, serta Pasak Telawang, dengan total mencakup 5.694 kepala keluarga (KK), atau kurang lebih 15.017 orang. Laporan terkini dari Kecamatan Kapuas Hulu memberikan penambahan tiga desa lagi pada daftar tempat yang terkena dampak tersebut, menjadikannya secara keseluruhan berjumlah 7.139 KK atau setara dengan 18.748 jiwa di empat kecamatan.
Plt Kepala BPBD Kapuas, Ahmad M. Saribi, menyatakan bahwa bantuan akan diberikan secara bertahap dari hari Senin sampai Rabu.
"Hari ini kita melakukan pelepasan bantuan secara simbolis. Penyebarannya secara total akan dimulai dari hari Senin sampai dengan Rabu. Paket bantuannya terdiri atas barang-barang esensial seperti beras, mi instan, minyak sayur, gula pasir, susu kental manis, kopi, teh, ikan sardin kaleng, kecap, serta biskuit," jelasnya pada Hari Minggu tanggal 16 Maret tahun 2025.
Di samping bahan pangan, BPBD juga mendapat permohonan ekstra dari penduduk setempat, khususnya untuk selimut dan kasur.
"Temuan survei awal dari tim TRC BPBD menyatakan bahwa masyarakat memerlukan selimut dan matras. Saat ini kami sedang mengevaluasi persediaan yang ada di gudang sementara kekurangan akan dipenuhi dengan anggaran dari Dana DTT pada tahun 2025," jelasnya.
Untuk meningkatkan langkah-langkah penanganan bencana, BPBD pun mengirim perahu karet ke Kecamatan Mentangai guna membantu dalam proses evakuasi masyarakat yang terkena dampak banjir.
"Berdasarkan hasil pertemuan kemarin, Mentangi meminta penyediaan perahu karet karena kerap mengalami kendala selama evakuasi ketika banjir. Perahu karet itu telah diserahkan kepada mereka secara simbolis hari ini," jelasnya.
Berkenaan dengan situasi terbaru, Saribi menunjukkan bahwa tinggi air di berbagai desa memiliki variasi, yaitu antara satu sampai tiga meter, bergantung pada topografi daerahnya. Meskipun demikian, dia meyakinkan bahwa hingga sekarang belum ada laporan tentang adanya korban atau penduduk yang perlu dievakuasi.
"Ketinggian air berbeda-beda, mulai dari 1 meter, 2 meter, hingga 3 meter, bergantung pada situasi di setiap desa. Namun alhamdulillah sampai sekarang belum ada penduduk yang harus dievakuasi atau korban meninggal karena banjir," tutupnya. (*mta)