Judul : Bernyanyi Seru di BRI Festival 2025: Kapan Lagi Saja?
link : Bernyanyi Seru di BRI Festival 2025: Kapan Lagi Saja?
Bernyanyi Seru di BRI Festival 2025: Kapan Lagi Saja?
Ratusan pemuda terlihat memenuhi area parkiran timur Gelora Bung Karno di Jaksel pada hari Sabtu (15/3). Di sore hari tersebut yang merupakan awal pekan, mereka menggunakan waktunya untuk menanti buka puasa bersama-sama. ngabuburit Dengan menghayati deretan trek yang dibawakan oleh band rock berasal dari Jakarta, Perunggu.
Pengunjuk rasa pria yang berkumpul dan bernyanyi gembira di hadapan panggung biasanya memakai kemeja flanel, kaos grup musik, serta jeans. cargo pants Sementara itu, wanita cenderung memakai gaun atau celana panjang. jumpsuits dan hijab yang ujungnya diletakkan di bagian belakang tubuh.
Di sisi lain venue Di depan konter tiket dan pintu masuk, barisan orang sudah membentang jauh. Kebanyakan dari mereka terlihat bersemangat dengan ekspresi penuh semangat, seolah-olah ingin menyaksikan permainan gitarnya Perunggi yang enerjik dan suara vokalisnya yang membara.
Berikutnya, Perunggu merupakan salah satu dari keenam seniman yang turut serta menghibur di hari pembukaan pertama acara Kapan Lagi Buka Bareng (KLBB) BRI Festival tahun 2025. Acara ini bertujuan untuk menyedot sekitar 40ribu penonton. Dimulai sejak tahun 2020, KLBB menjadi event ngabuburit Virtual selama masa pandemic Covid-19, sampai saat ini jumlah gelaran KLB telah mencapai lima kali.
Berbagai musisi baik dari kalangan senior maupun pendatang baru turut memeriahkan acara tersebut, di antaranya adalah V1rst, Reality Club, Bernadya, Juicy Luicy, serta penyanyi solo bernama Tulus. Sebelum waktunya buka puasa dengan interval selama setengah jam, Ustadzah Syifa Nurfadillah menyampaikan ceramah dalam suasana yang informal dan sesuai untuk generasi muda.
Setelah adzan Maghrib berkumandang, para penonton bergegas dan bersusun rapi dalam antrian di depan. stand Makanan paling dekat. Tersedia juga orang-orang yang bergerak menuju arah musala di bagian akhir. venue , sementara sedikit yang pergi mencari tempat berlindung saat hujan gerimis turun, walaupun mayoritas tetap tinggal di dalam.
Setelah hujan deras perlahan-reda, band alternative rock dari Jakarta bernama Reality Club membuat heboh panggung dan mendorong penonton untuk maju ke depan. Penonton pun secara bersama-sama bergerak lebih dekat, sehingga area di hadapan panggung cepat terisi hampir sepertriidaknya. venue .
Berturut-turut setelah itu, penonton terhanyut oleh senandung dari penyanyi solo yang namanya sedang harum di belantika musik nasional, Bernadya; ikut terbuai dalam alunan lagu-lagu melankolis Juicy Luicy; dan larut penuh penghayatan dalam lagu-lagu Tulus yang sendu, dan juga riang.
Hari pertama KLBB ini, juga diramaikan oleh sekitar 34 stand Makanan dan minuman yang ditempatkan agak menjauh dari panggung, atau di sudut-sudut ruangan. venue Beragam merek populer ada di tingkat lokal maupun nasional di tempat itu, memberikan banyak pilihan buka puasa bagi para pengunjung.
Seorang penggemar bernama Restu menyampaikan bahwa ia telah menantikan lama untuk dapat kembali melihat pertunjukan Tulus. Keberuntungan datang saat KLBB mempresentasikan Tulus bersama dengan serangkaian artis lainnya yang lagunya juga disenangi olehnya, seperti Bernarda dan Juicy Luicy.
"Pergi ke sana bersama sahabatku hanya untuk menonton Tulus. Lumayan juga buat mengisi waktu puasa," jelas seorang wanita berusia dua puluh tahun dari Jagakarsa tersebut.
Tidak seperti Restu, seorang pria bernama Rezza yang hadir sebagai penonton merasa sangat bersemangat untuk melihat pertunjukan Perungga, dimana beberapa lagu mereka kerap diputer di kafe-kafe. Meskipun demikian, artis kesayangan yang ditantikannya dalam acara tersebut adalah Reality Club, terlebih lagi untuk performa spesial dari hits mereka yaitu "Is It The Answer".
"Sudah lama saya menyukai Reality Club. Namun, Perunggu juga menampilkan hal yang baik kemarin. Dalam sesi dengan Ustadzah Syifa tadi, aku cukup kaget karena gaya bicaranya sangat informal, menggunakan istilah seperti 'lo' dan 'gue'," ujar Rezza yang beralamat di Matraman.
Pertunjukan KLBB mendapat dukungan lengkap dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), bertujuan untuk menghidangkan pengalaman menyaksikan pertunjukkan musik sambil merasakan semangat gotong royong pada bulan Ramadhan layaknya saat makan berbuka puasa. Ide tersebut diperkuat dengan penyuluhan tentang literasi keuangan serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam.
Menurut penjelasan tertulisnya, Corporate Secretary BRI A. Hendy Bernadi menyebutkan bahwa pelaksanaan pendidikan keuangan dan transaksi digital pada lokasi penyelenggaraan acara ini bertujuan supaya para peserta dapat merasakan bagaimana menonton pertunjukan musik sambil memperoleh manfaat dari pemahaman tentang sistem keuangan.
"Setiap tamu bukan saja bisa menikmati atmosfer yang menyenangkan itu, namun juga akan menerima manfaat dari sejumlah aktivitas yang kami sajikan, mulai dari segi hiburan, perdagangan elektronik, sampai pendidikan tentang keuangan serta kesadaran mengenai lingkungan," jelas Hendy.